Aku pulang ke rumah dengan wajah yang tidak bersemangat. Sesampai dirumah, tak ada bedanya dari pada di sekolah. Di sekolah aku tidak punya teman, di rumah juga tidak punya teman. Aku merasa kesepian di rumah karena orang tuaku kerja dan hanya ada pembantu. Aku segera menuju kekamar. Segeralah ku lepas tas dan ku lemparnya ke lantai. Kemudian aku menjatuhkan diriku ke kasur.
“Ada apa sih sama hidup gue? Kenapa semua orang jadi begini? Salah gue segede apa coba nyampe temen-temen pada marah sama gue. Ah, suram banget hidup gue!” ucapku dalam hati.
Lalu aku duduk sejenak diatas kasur, ku lihat kalender yang berada disebelah lemariku. “Besok tanggal 15 Desember, hari ulang tahun gue. Tapi hidup gue malah suram.” Ucapku lagi dalam hati
Ku ambil handphone-ku, tak ada sms satupun. Sudah tiga hari handphone-ku sepi sekali. Biasanya ramai dengan sms dari Yudo. Tapi tanpa alasan yang jelas, dia marah kepadaku. Aku sudah mencoba mengirim sms kepadanya dengan isi sms penuh minta maaf, tapi tidak ada balasan darinya.
Setelah ganti baju, aku mengambil handphone-ku dan mengetik sms kepada Yudo. “Do, gue salah apa sih? Gue bikin lo kesel? Maaf deh. Gue gak selingkuh, gue setia kok. Plis” Kemudian aku mengetik sms permintaan maaf lagi kepada Shasya, Detta, Rana, Aulia, Veby, Lulu dan Hany.
Sampai lima menit, tak ada satupun yang membalas smsku. Hingga aku melihat ada satu pesan masuk, dan itu dari Detta. Isi sms itu adalah “Elo mau gue maafin? Kalo mau, entar malem lo dateng ke sekolah jam 12 malem. Lu videoin keadaan sekolah, cukup dari ruangan kelas 78 sampe 89 terus 91 sampe 93. Dan khusus di kelas lu 93, durasinya harus 10menit. Terus videonya lu unjukin ke kita-kita besok! Oh iya, lo harus dateng sendirian! Kalo lo gak sendiri, bener-bener gak dimaafin.” Aku sangat terkejut membacanya. Lalu aku membalasnya.
“Ta, gak ada yang ringanan? Lo kan tau gue penakut tingkat tinggi. Bisa-bisa baru nyampe gerbang, gue udah nangis duluan” lalu 2 menit kemudian Detta membalasnya “Terserah deh! Ini yang pertama dan terakhir untuk lo dapetin maaf dari kita”
Aku berfikir sejenak. Akhirnya aku memutuskan untuk melakukannya. Ku lihat jam
menunjukkan pukul 14.30. “Gue harus tidur nih, biar entar malem bisa bangun.” Ucapku dalam hati.
Pukul 17.30 aku terbangun dan mandi. Setelah itu aku belajar hingga jam 9. Lalu aku tidur lagi sebentar sampai pukl 23.12. Kemudian aku mengganti pakaian dan keluar dari kamar. Saat aku menuju meja yang berada di ruang keluarga untuk mengambil kunci motor, aku berhenti sejenak. “Kalo malem gini kan kunci motor di mama ya. Kalo gue ambil ke kamar mama terus mama liat gue pake baju begini, pasti ditanyain deh. Kalo gue jawab jujur, pasti gak boleh. Yaudah deh gak usah bawa motor deh. Naik sepeda aja sekalian olahraga”
Aku segera menuju rak sepatuku, ku ambil sepatuku. Aku sengaja memakai sepatu agar kalau aku berlari tidak susah dan repot. Oh iya hampir saja aku lupa membawa handycam, aku balik lagi ke kamar mengambil handycam. Lalu aku mulai menaiki sepedaku, dan ku gantungi handycam dileherku. Aku pun segera berangkat dan mengayuh sepedaku.
Sesampainya di depan gerbang, aku menaruh sepedaku di pojok gerbang. Aku berdiri sejenak dalam batinku “Ya Allah gue harus videoin sekolah ini?”
Ku lihat gerbang sekolah digembok. Terpaksa aku memanjat pagar sekolah. Sampai didalam sekolah, jantungku berdetak cepat. Aku ketakutan. Aku melangkahkan kakiku ke kelas 78. Aku membuka pintu kelas itu dan mengambil videonya, aku melihat sesuatu di pojok kelas. Aku berlari dan aku cukup mengambil video kelas 77 sampai kelas 89 dari luar. Tapi pada ruang kelas 74 ada seseorang wanita sedang berjalan. Aku terus berlari.
Di depan kelas 89 aku melihat seorang wanita memakai baju putih, berambut panjang. Haaaa! Sumpah aku takut banget! Aku berlari melewati samping perempuan itu. Ya Allah, kenapa penampakannya banyak sekali. Kemudian aku melewati kelas 91, dan ada lagi ya ampun. Aku segera berlari ke 93. Dan langsung ada 2 penampakan sekaligus! Mana aku harus mengambil video berdurasi 10 menit disana. Berarti aku harus melihat 2 penampakan itu selama 10 menit? Tapi aku beranikan diri demi mendapatkan maaf dari teman-temanku.
Lima menit berlalu, aku merasa sudah seperti sepuluh jam saja. Tiba-tiba 3 penampakan yang ku lihat masuk ke kelas menuju ke arahku! Dan 2 penampakan di 93 juga ke arahku! Aku lemas, aku berjalan mundur ke papan tulis. Aku duduk dibawah,
aku menaruh handycamku disampingku. Aku menangis ketakutan, dan aku memejamkan mata.Tiba-tiba “Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday happy birthday to you” terdengar suara di sekelilingku.
Ku buka mataku ternyata itu teman temanku dan Yudo membawa kue ulang tahun yang penuh dengan cokelat. Lalu aku memanjatkan doa sambil meniup lilin di atas kue itu. Ku peluk Shasya, Rana, Detta, Aulia, Vebby, Hany dan Yudo. “Happy Birthday ya Sayang .” kata Yudo. Kemudian temanteman yang lain juga ikut mengucapkannya padaku. “Makasih ya, ini semua ide siapa?” tanyaku. “Yudo, haha.” Kata Shasya. Yudo hanya tersenyum senyum malu kepadaku. Ku ambil sebagian krim kue didepanku dan ku oleskan dimuka Yudo.
“Udah yuk pulang, Shasya ngantuk hehe.” Kata Shasya. Akhirnya kami pulang kerumah masing masing. Sesampainya dirumah, aku mencuci muka dan kembali tdur.
Esoknya disekolah aku menunjukan video semalam. “Kasian deh lo liat 5 penampakan sekaligus” ledek Shasya.
“5? Ada 6 tau”
“Eh 5 yaa, Yudo di 78, Vebby di 89, Lulu di 91, gue sama Rana di 93. Noh 5” jawab Shasya. “Sama 1 lagi di 74 ya nih liat videonya” kataku mantap.
“Eh sumpah ya ga ada yang masuk di 74” Shasya mulai ketakutan.
“Jangan-jangan itu beneran!” ucapku sambil menutup handycam-ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar