Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae.
Terumbu karang termasuk dalam jenis filum Cnidaria kelas Anthozoa yang memiliki tentakel.
Koloni karang dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang disebut Polip.
Dalam bentuk sederhananya, karang terdiri dari satu polip saja yang
mempunyai bentuk tubuh seperti tabung dengan mulut yang terletak di
bagian atas dan dikelilingi oleh Tentakel.
Namun pada kebanyakan Spesies, satu individu polip karang akan berkembang menjadi banyak individu yang disebut koloni. Hewan ini memiliki bentuk unik dan warna beraneka rupa serta dapat menghasilkan CaCO3.
Terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai spesies tumbuhan laut, hewan laut, dan mikroorganisme laut lainnya.
Terumbu karang memberikan perlindungan bagi hewan-hewan dalam habitatnya termasuk sponge, ikan (kerapu, hiu karang, clown fish,
belut laut, dll), ubur-ubur, bintang laut, udang-udangan, kura-kura,
ular laut, siput laut, cumi-cumi atau gurita, termasuk juga
burung-burung laut yang sumber makanannya berada di sekitar ekosistem
terumbu karang.
Ada dua jenis terumbu karang yaitu terumbu karang keras (hard coral) dan terumbu karang lunak (soft coral). Terumbu karang keras (seperti brain coral dan elkhorn coral) merupakan karang batu kapur yang keras yang membentuk terumbu karang. Terumbu karang lunak (seperti sea fingers dan sea whips) tidak membentuk karang. Terdapat beberapa tipe terumbu karang yaitu terumbu karang yang tumbuh di sepanjang pantai di continental shelf yang biasa disebut sebagai fringing reef,
terumbu karang yang tumbuh sejajar pantai tapi agak lebih jauh ke luar
(biasanya dipisahkan oleh sebuah laguna) yang biasa disebut sebagai barrier reef dan terumbu karang yang menyerupai cincin di sekitar pulau vulkanik yang disebut coral atoll.
Terumbu karang ditemukan di sekitar 100 negara dan merupakan rumah
tinggal bagi 25% habitat laut. Terumbu karang merupakan ekosistem yang
sangat rentan di dunia. Dalam beberapa dekade terakhir sekitar 35 juta
hektar terumbu karang di 93 negara mengalami kerusakan. Ketika terumbu
karang mengalami stres akibat temperatur air laut yang meningkat, sinar
ultraviolet dan perubahan lingkungan lainnya, maka ia akan kehilangan
sel alga simbiotiknya. Akibatnya warnanya akan berubah menjadi putih dan
jika tingkat ke-stres-annya sangat tinggi dapat menyebabkan terumbu
karang tersebut mati.
Jika laju kerusakan terumbu karang tidak menurun, maka diperkirakan pada
beberapa dekade ke depan sekitar 70% terumbu karang dunia akan
mengalami kehancuran. Kenaikan temperatur air laut sebesar 1 hingga 2C
dapat menyebabkan terumbu karang menjadi stres dan menghilangkan
organisme miskroskopis yang bernama zooxanthellae yang merupakan pewarna jaringan dan penyedia nutrient-nutrien dasar. Jika zooxanthellae tidak kembali, maka terumbu karang tersebut akan mati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar